DAMAI DI KOTA AMOY: KONTESTASI, INTEGRASI DAN RESOLUSI KONFLIK ETNIS DI KOTA SINGKAWANG
Abstract
Abstrak
Kedamaian dalam masyarakat multietnis dan multikultural menjadi suatu yang sangat penting karena bibit konflik selalu menjadi suatu momok yang menakutkan. Dalam kajian ilmu sosial konflik dalam masyarakat menjadi menjadi kajian yang terus menerus dibahas dan dicarikan solusi pemecahannya sehingga penting untuk dikaji lebih lanjut. Salah satunya dapat dilihat dalam lingkup kehidupan masyarakat kota Singkawang yang multietnik. Karena itu, tujuan jangka panjang dari penelitian ini ialah untuk mengetahui sejauh mana kontestasi, integrasi dan resolusi konflik etnis yang ada mampu menjaga terciptanya kedamaian di kota Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan dua tahapan, yakni tahapan analisis hermeneutik dan metode fenomenologis. Melalui metode tersebut, data yang diperoleh akan lebih mendalam. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Singkawang menjadi benteng ketika terjadi benturan antar etnis di kota sekitarnya. Hal ini karena masyarakat Singkawang sangat terbuka dengan etnis pendatang dan tanpa kecurigaan terhadap etnis pendatang. Resolusi konflik antar etnis yang dilakukan di kota Singkawang adalah sumbangan ide masing- masing masyarakat untuk hidup damai. Pemerintahan kota Singkawang selalu melakukan koordinasi untuk mencegah benturan pendapat antar pejabat. Dalam setiap kegiatan kota Singkawang selalu melibatkan berbagai macam etnis dan tidak memandang perbedaan agama, etnis. Persahabatan antar etnis yang dijunjung tinggi di kota Singkawang akan mewujudkan perdamaian di kota ini. Menariknya dalam penelitian ini adalah tidak ada kontestasi di kota Singkawang karena masing- masing etnis saling menjaga dan bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat. Pemerintah kota Singkawang juga berupaya meredam berita hoax yang berkembang dalam masyarakat. Hasil wawancara yang dilakukan kepada tokoh adat Dayak dan perwakilan Kesbanglinmas juga menyatakan bahwa sangat penting untuk menumbuhkan kedamaian dengan tanpa rasa curiga antar etnis. Masing- masing etnis harus dapat duduk bersama jika terjadi benturan serta kembali kepada Pancasila dan UUD Dasar 1945 yang mengatur Negara Indonesia. Konflik yang terjadi di Kalimantan Barat yang telah berlalu menjadi pelajaran yang sangat berharga sehingga masing- masing etnis bisa saling toleransi tanpa ada kecurigaan.
Kata Kunci: Kontestasi, Integrasi dan Resolusi Konflik.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.33087/istoria.v2i2.39
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari
Publisher: Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari
Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
