Persepsi Guru dan Siswa terhadap Implementasi Kurikulum 2013 dalam Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 5 Merangin
Abstract
Abstrak
Implementasi kurikulum 2013 yang diberlakukan pemerintah ditentukan oleh persepsi yang dimiliki guru-guru, dimana persepsi ini berakar pada pengetahuan dan pengalaman guru itu sendiri. Dari perspektif peserta didik, perubahan kurikulum tentunya berdampak pada reaksi persepsi individu. Sekolah SMA N 5 Merangin baru menggunakan kurikulum 2013, ditemukan adanya perbedaan persepsi diantara guru mata pelajaran sejarah dan siswa di sekolah mengenai kurikulum 2013. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan mengingat setiap individu (guru dan siswa) memiliki cara berbeda dalam menyikapi dan menginterpretasikan kurikulum 2013 sesuai dengan pengetahuan, pengalaman, dan sistem kepercayaan mereka.
Penelitian ini dilakukan di SMA N 5 Merangin, melibatkan sampel sebanyak 2 orang guru mata pelajaran sejarah dan 71 orang siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data meliputi; teknik kuesioner, teknik wawancara terstruktur, dan teknik dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis model interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan dari perspektif guru, kedua subjek yang diwawancari memiliki persepsi perubahan pada kurikulum 2013 hanya sebatas pada teknis penilaian dan orientasi pembelajaran, namun tidak sepenuhnya memahami tentang landasan kurikulum 2013 seperti perumusan kompetensi lulusan. Hal ini dikarenakan adanya “mindset passanger” pada guru yang memandang dirinya hanya sebagai pelaksana perubahan kurikulum, yang berdampak pada ketidaksesuaian antara pengetahuan dengan implementasi di dalam praktik administrasi kependidikan. Dari perspektif siswa menunjukkan bahwa, sebagian besar siswa tidak memiliki minat, motivasi, dan sikap yang negatif terhadap kegiatan pembelajaran sejarah yang mereka ikuti. Hal ini terjadi karena kejenuhan siswa terhadap gaya mengajar guru yang cenderung monoton, serta beban jam pelajaran terlalu panjang yang melelahkan siswa menjadikan pembelajaran sejarah terkesan membosankan.
Dari hasil temuan dapat disimpulkan bahwa Persepsi guru dan siswa terhadap implementasi kurikulum 2013 pada Mata Pelajaran Sejarah secara umum menunjukkan ke arah negatif. Oleh karena itu, pemerintah, khususnya Kemendikbud memantapkan proses pendidikan dan pelatihan kurikulum 2013 kepada guru mata pelajaran sejarah maupun guru mata pelajaran lainnya, agar terciptanya perubahan pola pikir dan persepsi yang positif. Sehingga guru benar-benar siap baik secara mental, teoritis, dan aplikatif dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 di sekolah.
Kata Kunci : Persepsi, Kurikulum K13, Mata Pelajaran Sejarah.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.33087/istoria.v2i2.42
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari
Publisher: Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari
Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
